Fundamental digital marketing · Materi 01 dari 08
Digital marketing itu
sebenarnya apa?
Punya produk, lalu ingin orang tahu? Kita mulai dari cerita angkringan supaya kamu bisa melihat apa yang perlu dijelaskan dan hasil apa yang ingin dicatat.
Estimasi: 10–15 menit membaca + 15 menit latihan. Kamu boleh berhenti dan melanjutkan sesuai waktumu.
01 · Mulai dari cerita
Lapaknya sudah buka. Orang tahu dari mana?
Coba bayangkan sore hari di angkringanmu. Nasi kucing sudah ditata, sate sudah siap, teh hangat tinggal disajikan. Kamu ingin orang di sekitar mampir. Tapi mereka belum tahu lapaknya ada di mana, jual apa, atau buka sampai jam berapa.
Lalu kamu mengunggah foto menu, mencantumkan harga, dan membagikan lokasi. Ada orang yang melihat, penasaran, lalu bertanya lewat WhatsApp. Kita pakai cerita rekaan ini untuk mulai memahami digital marketing.

Orang bisa melihat menu, mengecek lokasi, dan memastikan jam buka dari ponselnya. Informasi itu membantu mereka mempertimbangkan untuk mampir.
“Penawaran” berarti sesuatu yang kamu tawarkan: produk, jasa, atau kegiatan. “Sarana digital” bisa berupa Instagram, website, mesin pencari, email, atau WhatsApp. Istilahnya boleh terasa baru; contoh sehari-harinya mungkin sudah sering kamu lihat.
Supaya lebih mudah, perhatikan lima hal di bawah. Mulai dari orang yang ingin dibantu, lalu ikuti sampai hasil yang ingin kamu catat.
- 1 · OrangSiapa yang butuh?
Pekerja muda setelah pulang kerja.
- 2 · PenawaranApa yang membantu?
Makan ringan dan tempat ngobrol.
- 3 · InformasiApa yang perlu jelas?
Menu, harga, lokasi, dan jam buka.
- 4 · TindakanLangkah berikutnya?
Cek lokasi, bertanya, atau datang.
- 5 · HasilApa yang dicatat?
Pertanyaan dan kunjungan yang terjadi.
Ikuti dari kiri ke kanan, atau atas ke bawah di HP. Orang bisa bertanya, datang, atau menunda. Catatan hasil membantu kita tahu apa yang terjadi.
Customer
Sederhananya, orang atau organisasi yang membeli atau memakai produk/jasamu. Kalau mereka mungkin butuh tetapi belum membeli, kita sebut calon customer.
Kanal
Tempat kamu menyampaikan informasi dan ngobrol dengan orang. Instagram, website, dan email adalah beberapa contohnya.
02 · Kita lihat contohnya
Ikuti cerita Angkringan Sore.
Angkringan Sore adalah bisnis rekaan untuk belajar. Menu, harga, alamat, dan jam buka di sini adalah contoh. Kita belum menjalankan kampanye atau mencatat hasil customer nyata.
Bayangkan ada pekerja yang baru pulang. Ia ingin makan ringan dan ngobrol sebentar dengan temannya. Apa yang perlu kita jelaskan supaya ia bisa mempertimbangkan untuk mampir?
- 1
Mulai dari orangnya.
Dugaan awal kita: pekerja di sekitar lapak mungkin ingin singgah setelah bekerja. Ia perlu tahu apakah menu, harga, dan tempatnya sesuai dengan yang dicari.
- 2
Jelaskan yang bisa ia dapatkan.
Ada nasi kucing Rp4.000, sate telur puyuh Rp3.000, dan teh hangat Rp5.000. Ada tempat ngobrol. Buka 17.00–23.00 di Jl. Contoh No. 12, Cikarang.
- 3
Siapkan informasi yang ia butuhkan.
Foto menunjukkan menu dan suasana. Harga membantu memperkirakan pengeluaran. Lokasi, patokan, dan jam buka bisa disimpan di website supaya mudah dicek lagi.
- 4
Beri satu langkah yang jelas.
Misalnya, “Cek lokasi dan jam buka di website.” Kalau patokannya masih membingungkan, ia bisa bertanya lewat WhatsApp sebelum datang.
- 5
Lihat apa yang benar-benar terjadi.
Apakah ada yang bertanya? Apakah ada yang datang? Kalau ingin tahu asal kunjungannya, tanyakan dari mana ia tahu lapakmu. Jangan langsung menganggap semua kunjungan berasal dari konten.
pengin ngobrol sebentar?

17.00–23.00
Jl. Contoh No. 12, Cikarang
- AMulai dari situasinya
Bayangkan orang yang ingin santai dan ngobrol setelah bekerja.
- BMenu dan harga
Tunjukkan menunya, lalu beri tahu harganya.
- CLokasi dan jam buka
Bantu orang mengecek di mana dan kapan mereka bisa datang.
- DLangkah berikutnya
Ajak orang melakukan satu hal: cek lokasi dan jam buka.
Ini contoh belajar, termasuk harga, alamat, jam buka, dan tampilan tombolnya. Kalau diterapkan pada bisnis nyata, pastikan tautannya membuka informasi yang dijanjikan.
Coba lihat contoh kontennya. Foto menu membuat orang tahu apa yang dijual. Harga, lokasi, dan jam buka menjawab pertanyaan sebelum mereka datang. Semua bagian punya tugasnya sendiri.
03 · Lihat hasilnya
Kontennya sudah dibuat. Lalu, apa yang terjadi?
Misalnya, kamu sudah membuat beberapa konten angkringan minggu ini. Itu berarti ada pekerjaan yang selesai. Sekarang coba cek: apakah orang mulai bertanya tentang menu, lokasi, atau jam buka?
Dua catatan ini membantu kita melihat hal berbeda. Yang pertama adalah kegiatanmu. Yang kedua adalah respons orang setelah kegiatan itu dijalankan.
- AktivitasMembuat konten menuHasil yang ingin dilihatPertanyaan tentang menu masuk
- AktivitasMemperjelas lokasi dan jam bukaHasil yang ingin dilihatPengunjung menemukan lapak
- AktivitasMenjawab pertanyaan calon pengunjungHasil yang ingin dilihatPengunjung memahami penawaran
Panah menunjukkan hasil yang kita harapkan, bukan jaminan. Cek yang benar-benar terjadi. Untuk tahu asal kunjungan, coba tanya dari mana pengunjung mengenal lapakmu.
Kalau tujuanmu menerima pertanyaan lokasi, catat orang yang benar-benar bertanya lokasi. Jumlah konten tetap berguna untuk melihat pekerjaan, tetapi belum menjawab apakah tujuan tadi tercapai.
Saat orang menemukan lapak dan memahami penawaran, marketing membantu prosesnya. Ketika mereka memilih menu, membayar, dan dilayani, kita masuk ke penjualan serta pengalaman customer. Di bisnis kecil, kamu mungkin mengerjakan semuanya.
04 · Kalau masih bingung
Perjelas satu hal dulu.
“Aku harus mulai dari platform apa?”
Simpan dulu pertanyaan itu. Coba tulis siapa yang ingin kamu bantu dan apa yang mereka cari. Pilihan tempat untuk menjangkau mereka kita bahas di Materi 05.
“Calon pembeliku semua orang.”
Orang lain tetap boleh membeli. Untuk latihan, pilih satu kelompok dulu. “Pekerja di sekitar lapak yang ingin singgah setelah bekerja” lebih mudah dibayangkan dan ditanya kebutuhannya.
“Aku ingin marketing lebih bagus.”
Coba buat lebih jelas: “Aku ingin ada yang bertanya lokasi dan jam buka.” Sekarang kamu tahu hasil apa yang perlu dilihat dan dicatat.
Kalau catatanmu masih seperti contoh di atas, nggak apa-apa. Kita sedang mencari titik awal. Pilih satu jawaban, lalu perjelas sedikit.
05 · Giliran kamu
Sekarang, coba pakai bisnismu.
Pilih satu bisnis, lalu jawab enam bagian utama di bawah. Pakai kalimatmu sendiri; satu atau dua kalimat per bagian sudah bisa menjadi titik awal. Di bagian terakhir, tulis yang masih ingin kamu cek.
Belum punya bisnis? Ikuti Angkringan Sore, les bahasa Inggris, atau acara komunitas sebagai simulasi. Kita cukup menulis rencananya. Hasil customer baru dicatat setelah kegiatan benar-benar dijalankan.
Lihat contoh catatan awal yang sudah terisi
Contoh belajar · Angkringan Sore adalah bisnis rekaan. Jawaban di sini masih berupa rencana.
- Bisnis atau proyek apa yang kamu pakai?
- Angkringan Sore — contoh angkringan untuk belajar.
- Apa yang kamu tawarkan?
- Nasi kucing, sate, dan teh hangat. Ada tempat untuk duduk dan ngobrol dari sore sampai malam.
- Siapa yang mungkin butuh?
- Dugaan: pekerja di sekitar lapak yang ingin makan ringan dan ngobrol setelah pulang kerja.
- Apa yang mereka inginkan?
- Mereka ingin duduk santai sambil makan karena ingin ngobrol sebentar dengan teman setelah bekerja.
- Dalam tujuh hari, kamu ingin apa yang terjadi?
- Ada calon pengunjung yang bertanya tentang lokasi dan jam buka selama tujuh hari.
- Apa yang akan kamu catat?
- Catat jumlah orang yang bertanya lokasi atau jam buka lewat WhatsApp setiap hari. Satu orang dihitung sekali per hari, meski mengirim beberapa pesan.
- Bagian mana yang masih dugaan? (opsional)
- Dugaan: pekerja ingin ngobrol setelah bekerja. Coba tanyakan pengalaman terakhir membeli makanan setelah pulang kerja kepada tiga orang yang bersedia.
- Tujuan tujuh hariMendapatkan pertanyaan tentang lokasi dan jam buka.
- Hasil yang dicatatJumlah orang yang bertanya tentang dua hal itu lewat WhatsApp.
- Cara mencatatCatat per hari; satu orang dihitung sekali per hari.
Contohnya masih rencana. Angka baru diisi setelah ada orang yang benar-benar bertanya.
Isian tersimpan di browser ini jika penyimpanan tersedia. Isian tidak dikirim ke Arief atau disinkronkan antarperangkat. Unduh hasilnya untuk menyimpan salinan.
Angka ini menunjukkan bagian yang sudah kamu isi. Baca lagi jawabannya untuk melihat yang perlu diperjelas.
Pilih satu saja supaya catatanmu nyambung dari awal sampai akhir. Boleh bisnis sendiri, tempat kerja, atau bisnis rekaan untuk belajar.
Contoh: Angkringan Sore — contoh angkringan untuk belajar.
Kalau ada orang bertanya “Di sini jual apa?”, kamu akan menjawab apa? Mulai dari satu produk atau jasa dulu.
Contoh: Nasi kucing, sate, dan teh hangat. Ada tempat untuk duduk dan ngobrol dari sore sampai malam.
Bayangkan satu kelompok orang dan situasinya. Kalau belum yakin, tulis sebagai dugaan. Kita perjelas lagi di Materi 02.
Contoh: Dugaan: pekerja di sekitar lapak yang ingin makan ringan dan ngobrol setelah pulang kerja.
Coba lanjutkan kalimat ini: “Mereka ingin ... karena ...”. Pikirkan kebutuhan orangnya, lalu hubungkan dengan yang kamu tawarkan.
Contoh: Mereka ingin duduk santai sambil makan karena ingin ngobrol sebentar dengan teman setelah bekerja.
Pilih satu hal yang bisa kamu lihat atau periksa. Kalau masih simulasi, tulis rencananya saja.
Contoh: Ada calon pengunjung yang bertanya tentang lokasi dan jam buka selama tujuh hari.
Tulis apa yang akan dihitung dan di mana kamu mencatatnya. Isi angkanya nanti, setelah kegiatannya benar-benar dijalankan.
Contoh: Catat jumlah orang yang bertanya lokasi atau jam buka lewat WhatsApp setiap hari. Satu orang dihitung sekali per hari, meski mengirim beberapa pesan.
Belum tahu juga boleh. Tulis apa yang ingin kamu pastikan, lalu satu cara untuk mencari jawabannya.
Contoh: Dugaan: pekerja ingin ngobrol setelah bekerja. Coba tanyakan pengalaman terakhir membeli makanan setelah pulang kerja kepada tiga orang yang bersedia.
06 · Periksa sendiri
Coba baca lagi catatanmu.
Apakah orang yang ingin dibantu, penawaran, dan tujuanmu sudah saling nyambung? Gunakan centang di bawah untuk membantu mengeceknya.
Centang ini membantu kamu melihat catatanmu sendiri. Kalau masih bingung, pilih satu bagian untuk diperjelas dulu.
Catatan yang kamu bawa
Ringkasan latihanmu.
Isi latihan untuk melihat ringkasanmu di sini.
Hapus isian Materi 01 di browser ini? Unduh hasilnya dulu jika masih diperlukan.
Cetak membuka dialog browser. Pilih “Simpan sebagai PDF” bila tersedia. Lembar cetak berisi jawaban latihan dan pemeriksaan mandiri.
07 · Setelah latihan
Sudah punya titik awal? Simpan dulu.
Sekarang kamu punya titik awal: yang ditawarkan, orang yang mungkin butuh, tujuan, dan hasil yang akan dicatat. Simpan dulu. Catatan yang masih berupa dugaan akan kita perjelas bersama di materi berikutnya.
Sebelum lanjut, coba ceritakan yang kamu tawarkan kepada satu orang. Tanya bagian mana yang belum jelas, lalu tambahkan jawabannya ke catatanmu.
Kembali ke jalur belajar →Arief Fraba Digital Marketer · Practice at Frabalabs

